Kisah Museum Konferensi Asia Afrika Bandung

 

Hasil gambar untuk wisata museum asia afrika bandung

Museum Konferensi Asia Afrika berlokasi di Jalan Asia Afrika No. 56, Kota Bandung, Jawa Barat. Museum ini merupakan tempat wisata sejarah untuk mengenang peristiwa bersejarah yang berhubungan dengan Gedung Merdeka.
Dari informasi yang Direktori Wisata dapatkan dari petugas museum, tujuan didirikannya Museum Konferensi Asia Afrika Bandung untuk mewujudkan keinginan para pemimpin bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk mengenang dan tahu soal Konfernsi Asia Afrika yang dilaksanakan pada tanggal 18 -24 April tahun 1955 dan ikuti oleh 29 negara. Museum ini diprakarsi pembentukkannya oleh menteri Luar Negeri Indonesia pada saat itu Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H.  Dan peresmiaan Museum Asia Afrika dilakukan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 24 April 1980.   Tidaklah heran bila kita dapat menemukan pemandangan barisan tiang bendera yang terdapat di depan halaman Museum Konferensi Asia Afrika Bandung.
Menaiki anak tangga satu persatu menuju pintu masuk utama Museum Konferesi Asia Afrika Bandung ini, kita akan disajikan sebuah bentuk gaya desain lanscape yang indah. Anak-anak tangga yang tersusun berbentuk busur sangkar setengah lingkaran mengarah keluar akan menyambut setiap langkah kaki kita untuk mengarahkan ke depan pintu masuk. Dan di sebuah sudut, kita dapat menemukan sebuah papan penguman yang bertuliskan keterangan jam buka Museum Konferensi Asia Afrika buka pada pukul 08.00 – 15.00 WIB dengan tidak dipungut biaya.
Setelah masuk Museum Konferensi Asia Afrika, kita harus mengisi buku tamu yang disediakan. Dan sebuah diorama yang menggambarkan situasi pada saat Konferensi Asia Afrika berlangsung kita dapat menyaksikannya di ruangan ini. Terlihat jelas Presiden Soekarno yang pada saat itu menjadi salah seorang pemrakarsa gerakan ini yang pada saat tersebut situasi dunia semakin tidak menentu akibat Perang Dunia II yang belum reda, beliau disaksikan oleh para pemimpin negara-negara Asia Afrika lainnya memberikan sebuah sambutan di atas podium.

Gambar terkait


Masih di ruang depan museum, kita dapat menemukan segala kegiatan aktifitas pencinta museum untuk memperkenalkan kecintaan dunia museum di tengah-tengah masyarakat. Sebuah bola dunia yang terdapat di ruangan depan  museum merupakan sebuah perlambang, bahwa hasil dari Konferensi Asia Afrika yang dikenal dengan nama Dasasila Bandung atau dikenal dengan nama 10 prinsip dari Bandung. Sepuluh perinsip inilah yang kemudian menjadi pedoman bagi bangsa-bangsa Aia dan Afrika dalam menggalang solidaritas dan kerja sama internasional di antara negara Asia dan Afrika dan semangat berkeinginan hidup damai secara berdampingan.
Dari pengamatan Direktori Wisata, Museum Konferensi Asia Afrika Bandung ini dilengakapi dengan  ruang pamer an tetap yang memamerkan koleksi berupa benda-benda tiga dimensi dan foto-foto dokumenter peristiwa yang melatarbelakangi kegiatan Konferensi Asi Afrika, Pertemuan Tugu, Konferinsi Kolombo, Konferensi Bogor, Konferensi Asia Afrika 1955, dan dampak Komferensi Asia Afrika bagi dunia internasional, serta profil negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika yang dapat kita lihat dan dimuat dalam sarana multimedia.
Sedangkan untuk sarana perpustakaan pada Museum Konferensi Asia Afrika Bandung kita dapat menemukan buku-buku koleksi sejarah, politik, sosial dan budaya negara-negara Asia dan Afrka. Dan tidak kalah menarik, di perpuntaakn ini kita dapat menemukan sebuah dokumen-dokumen mengenai Konferensi Asia Afrika, Konferensi-konferensi terdahulu, KTT Asia Afrika 2005, serta majalah, surat kabar dan “Braller Corner” untuk para tunanetra yang mebutuhkan informasi di Museum Asia Afrika Bandung.

Setelah dari ruang perpustakaan museum asia afrika kita dapat mengunjungi ke ruang audivisual. Di lokasi ini kita akan mendapatkan segala bentuk informasi dan pengetahuan yang disampaikan melalui audivisual dengan penayangan film-film dokumenter mengenai kondisi dunia hingga tahun 1950-an yang sangat membuat menyentuh hati, Konferensi Asia Afrika Konferen-Konferensi pendahulu, Konferensi lanjutannya dan KTT Asia Afrika tahun 2005. Sepenggal Kisah di Museum Konferensi Asia Afrika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: